Showing posts with label General Story. Show all posts
Showing posts with label General Story. Show all posts

Wednesday, December 26, 2012

Terima Kasih 2012

Sungguh hadirmu tak luput dari rasa syukurku terhadap Sang Penciptamu wahai 2012.

Betapa kau tahun yang benar-benar banyak memberikan pelajaran berarti bagiku. Mulai dari bisnis, kau memberiku pelajaran bagaimana rasa manisnya kesuksesan, profit bertambah, tapi kau juga mengajarkanku bagaimana rasa pahitnya merugi, kebangkrutan, bahkan ditipu...

Kau juga memberiku experience bagaimana rasa nikmatnya saling mencintai, dan begitu sakitnya dikhianati. Sungguh banyak sekali pelajaran yang aku dapatkan darinya. Tak akan mungkin aku lupakan begitu saja...

Beribu terima kasihku atas pelajaran yang kau berikan, kawan. Dan aku minta maaf jikalau aku tak mampu memanfaatkanmu semaksimal mungkin. Maafkan aku yang telah banyak menyia-nyiakanmu, melupakanmu, walau jelas aku tahu kalau kita tak kan mungkin bertemu lagi....

Kawan, terima kasih banyak...

Thursday, February 09, 2012

Simfoni Januari

"Kisah kita, berakhir di Januari..."

Itulah sepotong lagu dari Glenn Fredly. Mungkin hanya sekedar lagu yang tak sengaja kudengar dari shuffle playlist. Tapi entah kenapa, ketika sampai di bait itu seperti ada Trigger yang terpicu dalam pikiranku. Pemicu ledakan kuat yang tidak hanya dalam pikiran, tapi juga emosi, serta memori-memori lama yang muncul kembali ke permukaan... Fiuh... Sungguh complicated kawan...

Hampir dua tahun kita bersama, menyelaraskan pikiran, menyatukan hati, membangun mimpi-mimpi, bahkan merencanakan masa depan. Akan tetapi mungkin benar kata orang, "Manusia hanya bisa berencana, namun Tuhan yang berkehendak." Semua yang telah kita bangun dan rencanakan mesti kandas... Pikiran yang sudah selaras kembali jalan sendiri-sendiri, hati yang sudah disatukan bercerai berai, mimpi yang sudah dibangun harus dikubur, dan masa depan yang sudah direncanakan tinggal angan-angan... *Sigh*...

Begitu pahit rasanya kawan.. Betul-betul pedih dihati... Entah karena aku yang Melankolis atau memang benar-benar saking sakitnya yang aku rasakan. Bukan sakit karena soal siapa yang benar atau salah, tapi sakit ketika menyadari bahwa semuanya harus dikubur. Ya, semua mimpi, semua kenangan suka duka bersama, hingga sampai memori paling detail kita mesti dikubur, dipendam, dan entah bisa kembali diangkat atau menunggu terurai oleh waktu...

Masih teringat jelas dalam pikiranku jejak-jejak dirimu sejak pertama kita bertemu. Bahkan sejak sebelum kita bertemu. Semua masih tertempel detail dalam timeline pikiranku. Betul-betul detail hingga akhir hubungan kita. Masih tersimpan catatan-catatan kita berdua. Catatan pertemuan kita, catatan apa yang kita lakukan bersama, yap semua catatan cinta kita :)

"So this is me, swallowing my pride, standing in front of you saying I'm sorry for that night"

Yap, itulah potongan lagu "Back to December" dari Taylor Swift. Dan lagu itu menurutku mirip dengan kondisi kita... Seperti apa yang tertuang dalam lagu itu, aku ingin meminta maaf kepadamu. Maaf sebesar-besarnya atas segala kesalahanku. Baik yang aku sengaja maupun yang tidak dalam dua tahun hubungan kita. Sungguh aku meminta maaf dari lubuk hatiku yang paling dalam ... Aku bukanlah lelaki yang rupawan, bukan lelaki yang kaya raya, dan aku mungkin bukanlah lelaki yang diharapkan oleh orang tuamu, tapi aku harap kau mau memaafkanku. Hanya sekedar maaf yang kuminta, cukup itu saja sayang... :)

Kudoakan kebahagian selalu menyambangimu. Kudoakan juga kebahagiaan keluargamu kelak bersama sang penggantiku. Entah siapapun dia, jikalau engkau dan keluargamu menghendaki sang penggantiku maka akan kubantu kebersamaanmu walau mungkin akan menyakitkan diriku. Aku janji sayang... :)

Kita sudah berpisah sayang... Terima kasih atas banyak pelajaran dan experience yang kau berikan kepadaku. Kuharap kau juga banyak belajar. Jangan kecewakan penggantiku, kau kecewakan dia berarti kau kecewakan aku dan prang tuamu...

Have a nice Life, lady...

Tuesday, January 03, 2012

Touring With Pulsar 220

"Gimana sih rasanya touring pakai Pulsar 220?"

Hehehe, banyak kawan yang tanya pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Setelah 4 bulanan pakai Pulsar 220 DTS-i ini, yah kerasa lah sedikit banyak riding impression yang didapat. Tapi yang paling 'menusuk' di dalam diriku ini ada beberapa feel. Langsung aja yah biar ngga ribet... :D

Positif:
  1. Irit, jarang banget ke Pom Bensin. Full tank di Jakarta, sampai Jogja masih ada bensin.
  2. Tenaga besar, pernah rolling High Speed sama Om Ipoh PATRIOT Prides antara 125-135kpj beban penuh. Kondisi standard lho. Hehehe
  3. Torsi juga besar, dibawa tanjakan di gigi 3-4 masih cukup bertenaga.
  4. Kalau kondisi kering, enak banget melahap jalan meliuk-liuk seperti di Nagrek, Purwakarta, & Puncak Alur ban MRF-nya cukup 'menggigit' aspal.
  5. Klakson standar cukup kencang, walaupun lebih enak diganti yg lebih kencang untuk safety.
  6. Banyak komunitasnya, di jalan sering banget "toet-toet" sama Pulsar Rider lain.
Negatif:
  1. Riding position agak bungkuk (tinggi aku 178 cm), jadi agak pegal.
  2. Kalau jalanan basah roda agak licin. Pernah sekali hampir kepleset di Bandung.
  3. Nggak ada cantolan buat helm, kalau istirahat ya helm mesti dibawa biar ngga hilang. Atau diletakkan di Box biar lebih aman.
Sementara yg terasa itu, nanti kalau ada tambahan ya aku update lagi...
Narsis dikit deh. hehehe...

Touring with PATRIOT PRIDES.

Wet Riding di Purwakarta.

Narsis di Situ Patenggang Jawa Barat.

Eaaa, narsis lagi di Kebun Teh Ciwidey.

Rest in Wangon, nyicip kuliner setempat. Hehehe

Di Cangkringan Gn. Merapi bareng mas @RintoDono.

Nyobain track off road, ga cuma trail doang yang bisa lho. hehehe

Touring di Jogja bersama PRIDES BANDUNG.

Oke segitu dulu ah :D


Monday, August 08, 2011

Full Fairing Pulsar 220

Dalam pembelian Pulsar 220 DTS-i kemarin, sama mbak-mbak dealernya ditawarin mau beli full fairingnya sekalian atau enggak? Setelah lihat-lihat kayaknya lumayan bagus deh, soalnya belum ada pembanding. Yaudah bungkus aja satu. Berapa harganya? Tambahan full fairing ini aku banderol dengan harga 600ribu rupiah. Ya lumayanlah. Langsung aja penampakannya. hehe.

 Masih dibungkus nih .

 Bahannya dari fiber, eh sekarang udah ada yg dari plastik ABS T_T

 Ada 3 bagian, kanan, kiri, sama bawah.

Ini bungkusan yang kanan.

Ini kalau dah dipasang, lumayan kan. :D Tapi sayang jadi nggak bisa pakai Engine Guard.

Ya beginilah penampakannya. Dari sana udah disediakan bracket-bracketnya, jadi tinggal pasang doang. Dipasangin juga sama orang dealer datang kerumah. Nggak getar, cukup rigid nempelnya, cuma setelah beberapa bulan pakai ada banyak goresan dalam di bodi pulsarku gara2 gesekan sama fairing ini. Yaudah nggak apa-apa, resiko. hehehe

Sunday, August 07, 2011

New Ride, New Pulsar 220 DTS-I

Akhirnya setelah sekian lama menanti, datang juga motor pesenanku. Oh ya, kenapa aku menjatuhkan pilihan ke Pulsar 220 ini? Padahal masih banyak pilihan lain apalagi motor-motor Jepang yang sudah bisa diandalkan kualitas barang & servicenya. 

Ini beberapa pertimbanganku:
  • Dulu aku pakai Suzuki Satria FU 150. Pernah ngerasain gimana tarikan 'gila'-nya. Dibandingkan motor 150cc lainnya yg beredar di Indonesia. Jadi nggak mau kalau tenaganya lebih rendah dari Satria FU, maka aku pilih Pulsar 220.
  • Mesin 220cc DTS-I yang di klaim dealer bisa mengeluarkan 21ps.
  • Harga murah, cuma Rp. 18,6 juta. Coba bandingkan dgn yg sekelas?
  • Tanki besar, masuk 20 liter bensin. Wow!
  • Modelnya motor laki, bukan bebek. Yah berkesan gagah aja. hehe

Daripada kelamaan, langsung ke gambar aja yuk:
 Pertama kali datang ke rumah. Bareng Pulsar 135.

 Diturunin pelan-pelan dari mobil. Dag-dig-dug juga ya. Hehe.

 Ini tampak kanannya. Jelas kan kalau motor ini half fairing. Sayangnya footstep boncenger masih model bebek. Padahal kalau model racing mungkin kelihatan lebih gagah. Oh ya, nggak ada starter Engkol lho.

 Tampak kiri, lumayan gagah deh. Ada standar samping, ada standar berdiri juga.
 Ini dari depan, kelihatan kan kalau alur roda depannya kebalik.

 Ini dari belakang. Kayaknya Dari belakang mirip sama P180 & P200 ya?

 Kalau dari samping kelihatan lumayan gagah. Tapi jujur motor ini tinggi banget. Aku yang tinggi badannya 178 cm aja tetap mesti jinjit. Berat motor ini juga sekitar 150kg, kadang nahannya beraaattt. Ampuun...

 Speedometer sudah digital, tachometer masih analog. Di bawah speedometer ada indikator penunjuk gigi netral, lampu sein, lampu jauh, dan standar samping. Nah yang nyala merah di tachometer itu berarti bensinnya tinggal sedikit. Dia juga menyala kalau putaran mesin dah lewat 10.000 rpm. Di kanan ada juga tombol tripmeter. Enaknya di Pulsar ini tripmeternya ada dua. Enak kalau untuk touring.

 Ini panel kirinya. Kayaknya cuma Pulsar aja yang indikatornya bisa nyala gini. Sangat membantu pas malam hari. Ada pengatur lampu dekat/jauh, lampu sein, & klakson. Di belakangnya ada tombol 'pass' untuk nge-Dim.

 Ini panel yang kanan. Ada tombol saklar, tombol lampu & starter elektrik.

 Ini spionnya, lumayan lebar tapi tetap aja hampir 1/3-nya masih kelihatan badan kita, agak ganggu juga sih. Tapi akku suka disitu ada tulisan "OBJECTS IN THE MIRROR ARE CLOSER THAN THEY APPEAR". Maksudnya objek yang terlihat di spion itu lebih dekat dari kelihatannya. Maklumlah, cermin cembung.

 Ada orang yang bilang "sayang ya masih double shock". Secara tampilan memang iya, tapi shock breaker Pulsar ini standarnya empuk banget. Pakai gas pula, dan enaknya bisa diatur mau empuk atau keras.

 Ini sisi kiri mesinnya. Sudah pakai Oil Cooler, dan klaksonnya pun kayak klakson mobil. Di rangkanya banyak lubang mur, mungkin bisa dipakai untuk Engine Guard atau asesoris lainnya.

 Ini yang aku suka. Semua remnya cakram, dari Bybre pula. Bybre ini rem yang diproduksi sama Brembo untuk motor dengan kubikasi kecil. Siapa sih yang nggak kenal Brembo? Pakem juga rem-nya tapi roda juga nggak gampang kekunci. OK lah buat safety.

 Ini juga yang aku suka, lampu dekatnya sudah proyektor. Jadi selain terang, luas juga daya jangkaunya. Penerangan sangat baik untuk malam hari. Kayaknya nggak mesti pasang HID lagi deh. Hehehe...

 Lampu jauhnya nggak kalah sangar. Xenon bro. Sorotannya naik tinggi banget pula, bisa nyorot tower komunikasi. Untung bisa diturunin. Parahnya dari jarak 200 meter, lampu motor ini udah silau, serius.

Ban standard pabrikannya juga udah tubeless, jadi lumayan lebih aman lah daripada ban biasa. Berguna banget untuk touring nih.

Kesimpulanku kali ini, sepertinya motor Bajaj Pulsar 220F ini didesain untuk sport touring, bukan kebut-kebutan macam Ninja 250R. Radius putarnya lebar, jadi kalau belok nggak bisa patah, mesti ambil haluan dulu kayak truk. Hehe.

Oh ya, harganya kan cukup murah, jadi nggak sayang deh kalau mau dioprek. Rencana kedepanya aku mau ngoprek cat, & mesin untuk dongkrak penampilan & performa.

OK, segitu dulu aja ya review Bajaj Pulsar 220 DTS-I ini. Terima kasih banyak buat semua yang udah berkunjung & nyimak sampai akhir. Tunggu kelanjutannya lagi soal performa motor ini nanti. Akan aku publish disini juga.

Moga bermanfaat.
Regards @hahabibi.

Saturday, April 09, 2011

Good Bye B 6879 KUA

Walau baru satu setengah tahun dia menemaniku, tapi sudah banyak kenangan yang telah kita lalui bersama. Entah pengalaman manis maupun pahit. Kini dia telah meninggalkanku entah kemana... bla-bla-bla...

Set dah, melankolis banget ya... hahaha...
Ya intinya aku cuma ingin share aja, kalau motorku si Satria hilang....
Kejadiannya pada tanggal 16 Maret 2011 sekitar jam 19.30 WIB. Lokasi di depan GOR Padjajaran Bandung. Aku nggak ngerti kejadian pastinya gimana, yang jelas tu si Satria dipinjem temen, pas aku balik ke kosan eh ditelfon sama dia disuruh ke Kantor Polisi yg di depan KFC Padjajaran. Taunya motorku ilang... Huhuhu.. Shock juga sih. Tapi analisaku si pencurinya nggak akan bisa bawa motor itu jauh, soalnya ada pengaman yang bikin kontaknya nggak bisa di starter. Hmmm... Jadi dia mesti nuntun motor itu...

Yaudah, tanpa pikir panjang minta temen-temen nyisir sekitar situ. Minta mantan ketua Geng Motor Bandung Brig** juga, biar nanti kalau ketemu langsung diincer tuh pelaku, di xxxx-in, baru dilempar ke kantor Polisi. Grrr...

Satu jam nyisir rame-rame masih belum ada tanda-tanda akan ditemukan, tapi ada laporan dari Polisi kalau si pencurinya berbadan agak gemuk, memakai jaket kuning, dan wajahnya agak oriental... Hmm... Dari keterangan tukang parkir di Gor Padjajaran juga mirip seperti itu. OK lah disimpan dulu, siapa tau di masa depan kalau ketemu bisa dicurigai orangnya.
Dan herannya lagi helm yang dibawa sama pencuri itu juga bisa ketemu, kata Polisi yang menemukannya, helm itu dititipkan di warung atau bengkel (lupa) dan si pelaku minta tolong supaya motorku bisa dihidupkan ke penjaga warung itu. Tapi entah berhasil atau tidak, aku nggak tahu.

Nah, mulai mengerucut nih. Jadi kemungkinan si pelaku menuntun motorku dari GOR Padjajaran melawan arah, terus ke selatan ke arah Hotel Cemerlang. Tapi setelah itu ngga ada info lagi. Dan ada yang mensinyalir kalau dia punya teman yg membantu dorong motorku dengan motor si temannya itu. Nah, ternyata sindikat...

OK, udah setengah bulan berlalu, tapi masih belum ada kabar dari Polisi. Kemungkinan Satriaku sudah di preteli dan dijual terpisah-pisah. Yah bisa jadi ke Pasar Loak yang di dekat Ciroyom... Siapa yang tau? hehe

Ciri-ciri motorku seperti ini:
Suzuki Satria FU 150 Abu-abu hitam Lansiran 2009.
Pernah di posting di http://cobasaja.com/content/view/20/32/
Secara detail, plat nomornya B 6879 KUA


1. Logo Suzuki aku ganti dengan Logo Yamaha.
2. Ada pecah di mika plat nomor.
3. CDI warna hijau terlihat di lingkaran itu (Di gambar ini ngga ada).


4. Di spakboard belakang ada sticker "Dago Plaza" warna putih. (Gbr ilustrasi)

5. Tulisan 1000ml menyamping, CBU punya.

Bagi yang punya Info keberadaan motor ini bisa kontak aku di watisa193@gmail.com
Dan pasti akan ada Reward besar bagi yg berhasil menemukannya...

Dan bagi pencurinya... Sehebat apapun sindikat anda, atau bermain dengan oknum aparat sekalipun, suatu saat pasti akan aku temukan... Soalnya sketsa wajahmu sudah aku terima.

Saturday, September 25, 2010

Untuk Apa Adipura?

Ya, sesuai judulnya. "Untuk apa Adipura ?", pertanyaan yang tiba-tiba terlontar dalam pikiranku ketika aku sedang mengendarai mobil di sekitar kota Bekasi.

Untuk apa mendapat penghargaan Adipura kalau banyak akses jalan di kota ini yang rusak berat seperti yang aku sering lewati? Aku tinggal di kota ini hampir lima belas tahun, sudah banyak yang berubah di kota ini, terutama pembangunan pusat-pusat perbelanjaan yang makin menjamur dan area perumahan yang makin tak terhitung. Banyak mall dibangun, dimana-mana didirikan ruko, bahkan mini market juga hadir hingga ke pelosok. Tapi anehnya yang paling sering dikeluhkan masyarakat banyak sekali jalan yang rusak di wilayah Bekasi ini. Bahkan ada yang sudah bertahun-tahun dibiarkan rusak berat hingga tidak nampak seperti jalan lagi, seperti sungai kering. Apalagi kalau hujan tiba, jalanan dipenuhi oleh genangan air bercampur tanah hingga seperti lumpur. Wah, kalau ada yang lewat, mau nggak mau harus siap-siap mencuci kendaraannya kalau sudah tiba di rumah. Belum lagi resiko makin cepatnya kerusakan komponen kendaraan dalam jangka waktu panjang kalau melewati jalan rusak itu terus menerus. Yah, memang nasib...

Saking kesalnya masyarakat, sampai ada warga yang memasang spanduk bertuliskan "Jalan ini bukti kebobrokan pemkot Bekasi." Itu yang aku jumpai di daerah Pejuang, Bekasi Barat. Ya memang kata warga disana jalan rusak itu jalan utama akses dari perumahan menuju jalan raya, tetapi keadaannya telah rusak berat lebih dari tiga tahun. Wah, pantas saja warga kesal. Tiga tahun itu kalau anak bayi yang baru lahir, tiga tahun kemudian sudah bisa lari mungkin... Hehe...

Belum lagi di daerah Bekasi Utara, Perumnas, Pondok Gede, dan sebagainya. Sebagian besar jalan rusak merupakan jalan yang berada di area perumahan. Tidak jarang jalan raya yang cukup ramaipun ada lubang menganga, bagai ranjau bagi setiap kendaraan yang lewat. Wah, bisa menyebabkan kecelakaan kalau begitu dong?
Yang aku tahu kalau nggak salah dalam UU Lalu lintas no 22 Tahun 2009 (kalau tidak salah ya) disebutkan bahwa bagi pengendara yang mengalami kecelakaan karena kerusakan jalan bisa menuntut atau meminta ganti rugi pada pemerintah (kalau tidak salah maksudnya begitu), aku nggak begitu hafal. Hmm... Kalau begitu sepertinya akan banyak sekali masyarakat yang akan minta ganti rugi pada pemerintah, lah iya kalau hanya kerusakan kendaraan, kalau sampai menyebabkan korban jiwa berarti pemerintahnya juga ikut dosa dong? Wih, pembahasannya jadi panjang begini...

Di beberapa ruas jalan rusak di daerah Bekasi yang sudah direnovasi juga sering ada keanehan. Misalnya perbaikan jalan yang terkesan setengah-setengah dan tidak tuntas. Gambaran sederhananya begini, misalnya jalan yang rusak sepanjang 1 km, tapi yang diperbaiki hanya 800meter. Ada juga yang diperbaiki hanya satu lajur, sedangkan lajur yang lainnya didiamkan rusak hingga berbulan-bulan, bahkan bisa hingga beberapa tahun. Akibatnya pengendara sering melawan arus lalu lintas untuk menghindari jalan rusak yang sering dimeriahkan dengan genangan air. Ini dia yang makin menambah tingkat kecelakaan diantara pengendara. Wah-wah... Lagi-lagi mesti ada yang dikorbankan di pihak rakyat.

Yah, sebagai warga Bekasi yang taat membayar pajak mungkin kita hanya bisa mengharap perbaikan dari pemerintah. Lebih berterima kasih lagi kalau bukan hanya jalan saja yang diperbaiki, tetapi termasuk drainase dan area resapan air. Memang semua tidak lepas dari peran semua lapis masyarakat dalam menciptakan kenyamanan. Paling tidak pemerintah memfasilitasi, dan masyarakat memeliharanya. Semuanya saling berkolaborasi hingga menciptakan keharmonisan dalam kehidupan...

Eh, sampai juga deh dirumah, pegel juga dari tadi nyetir lewat jalan rusak & becek. Istirahat dulu ah...
Yuk mari... ^_^

Thursday, March 18, 2010

Engkau Dihatiku

Kekasih hati dan jiwaku.
Sungguh aku tak mengerti bagaimana tuk ungkapkan betapa besarnya rasa sayangku kepadamu. Rasa cintaku kepadamu ini begitu besar, bahkan lebih besar daripada segala kemampuan verbal yang aku miliki. Cengkeramannya begitu kuat, hebat mengakar hingga ke lapisan jiwa dan perasaanku yang terdalam. Entah hingga sekarang aku masih belum mampu menemukan kata-kata yang mampu merepresentasikan begitu besarnya rasa sayangku pada dirimu wahai kekasih hatiku.

Engkau adalah yang terbaik bagiku. Segala sumber dari hal-hal baik ada pada dirimu.
Kau yang mengajarkanku betapa berartinya hidup ini, kau ajarkanku untuk selalu tegar tanpa mengeluh dalam menghadapi problematika hidup.
Kau juga yang mengajarkanku bagaimana ketegaran seorang insan mesti benar-benar dijaga, kau telah memberi contoh padaku bagaimana sikap tegarnya dirimu dalam menghadapi berbagai macam ujian dalam hidup.
Kau pun telah mengajarkanku bagaimana indahnya hidup dengan mencinta dengan sebaik-baiknya cinta, ikhlas, bahkan cinta yang tak bersyarat. Sungguh, mungkin tak ada orang lain di sekitarku yang mampu mencinta setinggi itu selain dirimu wahai bidadari bumi.

Sejak pertama aku mengenal namamu, sudah terasa begitu kuat pesona aura keluarbiasaanmu.
Aku mengagumimu, tapi tak berani untuk menyayangimu, karena kau memang bukanlah milikku. Aku hanya dapat menanti dan menengadahkan tangan kepada Yang Maha Kuasa agar diberi jalan tuk lebih mengenalmu. Jikalau memang jodoh tolong dekatkan, namun kalau bukan tolong berikan calon pendamping hidup terbaik menurut-Mu yaa Rabb.

Waktu bergulir. Ternyata memang Tuhan Maha Baik. Ia menganugerahkan dirimu kepadaku. Sungguh kau adalah anugerah termanis dalam hidupku. Tak pernah kujumpai seorang wanita yang sesempurna dirimu. Akan kujaga dirimu sayang, akan kulindungi dirimu sebaik-baiknya sekuat tenagaku. Sekarang sudah terbukti kalau engkau memang yang terbaik di sepanjang waktu kehidupanku. Aku bahagia bersamamu, tak pernah aku merasa begitu bahagia sehebat ini.

Kehadiranmu telah banyak mengubah pola pikirku. Kau cerdas, kau pengertian, kau sangat bisa diaandalkan dalam segala kondisi, kau satu-satunya yang bisa mengubah air mataku menjadi semangat, dan kau satu-satunya jua wanita idamanku yang mampu makin mendekatkanku pada Sang Pencinta Sejati. Subhanallah, betapa sempurna dirimu dihatiku sayang. Kali ini sekali lagi aku hanya bisa berharap, berharap besar kepadamu, berharap agar kau mau mendampingiku seumur hidupku, berharap kau mau menjadi istriku. Ya, aku memintamu tuk jadi istriku sayang. Aku memintamu tuk menjadi ibu dari anak-anakku. Aku mau kau yang mengajari anak-anak kita kelak membaca Al-Qur'an Kariim. Ya sayang, anak-anak kita. Anak-anak kau dan aku. Kita bimbing mereka bersama kelak.
Yah, begitulah impianku. Aku mohon padamu sayang, jadilah istriku...

Aku cinta padamu.

Wednesday, January 27, 2010

The Flower Garden

Kawan, dulu aku pernah punya kebun bunga sendiri. Kupilih tanah dengan kualitas terbaik untuk tempat hidup bagi bunga yang terbaik pula. Segala macam cara kulakukan agar bibit bunga itu mampu bertahan hidup di dalam kebun bungaku.

Hari berganti hari, pekan berganti pekan, tak terasa sudah tiga bulan ku tanam bibit bunga itu di kebunku. Tunas-tunas bunga sudah terlihat dan siap untuk bermekaran. Tiap hari kusirami, kuberi pupuk, kusiangi, dan tentunya selalu kurawat. Bahkan akan tetap kujaga walaupun badai dan hujan serta serbuan hama menerpa. Aku amat sayang dengan bungaku itu.

Suatu hari, akhirnya kuncup bunganya terbuka. Warnanya cerah, bunganya indah, dan harumnya semerbak. Betapa bahagia rasa hatiku penuh euforia kepuasan tersendiri. Makin lama, banyak kupu-kupu beterbangan di sekitar kebun bungaku. Bertambah bahagialah rasa hatiku setelah semua yang kulakukan ternyata memiliki hasil yang baik.

Tak berapa lama mulailah muncul buah. Makin bergembiralah hatiku, tiap hari ku bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan kehidupan bagi setangkai bunga yang kini siap berbuah. Aku termenung, menanti datangnya hujan rahmat Ilahi turun di kebun bungaku.

Mendung datang, kegelapan menerpa, angin menderu. Aku tetap menjaga bungaku yang kini berbuah agar tetap survive. Dengan segala cara kulindungi dia dari segala yang merusak agar nanti dapat kupetik buahnya.

Hari kembali terang, langit begitu cerah. Aku bersandar di bangku taman dalam kebunku. Menikmati indahnya dunia. Tapi sayang, hari itu aku sedang kurang sehat, jadi tak bisa berbuat banyak. Mungkin hanya sanggup untuk sekedar menyirami bunga itu saja, tidak lebih dan tidak kurang.

Tiba-tiba, datanglah seorang pria. Dia masuk ke kebunku tanpa izin. Menggunakan sepatu boot-nya yang berat kemana-mana. Dia berjalan dengan angkuhnya, mengacak-acak kebunku, menginjak-injak tanpa perasaan. Aku yang sedang sakit tak mampu berbuat apa-apa. Hanya terdiam berharap semuanya diganti oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Hingga buah yang sudah cukup matang itu dia bawa, dan kemudian dia bakar seluruh isi kebunku aku pun tak dapat berbuat apa-apa. Hanya terdiam dalam kepiluan.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun pun telah bergulir. Aku sudah mendapatkan bibit bunga lagi. Kali ini bahkan lebih bagus daripada yang lalu. Tiap hari kusirami, kusiangi, dan kurawat dalam kebunku. Tapi sayang kawan, bunga ini bukanlah bunga milikku.

Raungan Qalbu

Ya Allah, hanya kepada Engkaulah aku berlindung.
Kupasrahkan jiwa dan ragaku tenggelam dalam keagungan Dzat-Mu yang amat mulia.
Kali ini, dalam kesendirian dan keheningan malam, di bawah lembutnya cahaya bulan, izinkan aku mencurahkan segenap isi hatiku hanya pada-Mu Yaa Allah.

Engkau Maha Mengetahui apa yang bergejolak di dalam perasaan hamba ini.
Bara cinta yang menggelegak bagai lahar gunung berapi.
Gemuruh petir cinta yang gaungnya meresonansi seluruh relung hati.
Menyingkap tabir betapa lemahnya aku di hadapan-Mu Yaa Robbi.
Dengan ujian kecil-Mu ini aku bagai Elang yang diterpa angin lembut.
Kelembutannya melenakan dan menghanyutkanku.
Tanpa sadar aku telah terjatuh.
Namun lagi-lagi Engkau menolongku Yaa Rabb.
Kau angkat aku sebelum aku terjatuh ke jurang yang menghanyutkan.
Kembali melayang dalam semerbak wanginya rahmat-Mu.

Yaa Allah, telah ku temukan seorang bidadari bumi.
Parasnya meneguhkan hatiku betapa luar biasanya ciptaan-Mu.
Senyumnya meluruhkan segala cemas dan keluh kesahku.
Candanya membuatku terdiam bergetar bergelora tanpa terlukis sepatah katapun.

Jujur Ya Rabb, aku mencintai dirinya beserta segala kekurangannya.
Berilah jalan bagi hatinya untuk mencintai hamba apa adanya.
Kan ku tempuh upaya betapapun sulitnya demi mencapai bahtera negeri langit bersamanya.
Dan ridhoilah kami kelak dalam naungan rahmat di dalam Firdausmu.
Bersama anak-anak kami, beserta keluarga-keluarga kami, dan juga beserta para rasul-Mu kekal di dalamnya.
Tanpa keluh kesah, kepiluan dan kefanaan dunia.

Yaa Rabbi, ku berani mencintainya.
Karena ku tahu.
Ku mencintainya karena cinta pada-Mu wahai Ilahi Robbi.

Friday, January 01, 2010

Happy New Year 2010

Yeah, today is the first day in 2010. 2009 has gone with it's memories. Hope many things changed better in this year. Not only for me, but also for all my family, my friends, and my connections.

Semoga yang kurencanakan di 2009 dapat berjalan lancar dan sesuai rencana pada tahun ini. Meskipun perayaan tahun baru ini juga masih kontroversial, tapi paling nggak bisa jadi titik balik bagi kehidupanku ke arah yang lebih baik. Tidak hanya di satu aspek saja, tapi bertambah baik di berbagai aspek sehingga mampu berguna bagi keluarga, bangsa, dan agamaku.

Mari awali tahun ini dengan membaca "Bismillahirrahmanirrahim".

Terima kasih sebesar-besarnya pada semua keluarga dan kawan-kawanku yang selama tahun 2009 telah mensupportku, baik setara material, maupun motivasi. Semoga kebaikan kalian semua dibalas oleh Allah berlipat-lipat di tahun ini. Amiin.

Tuesday, November 03, 2009

New Suzuki Satria F 150 2009

Alhamdulilah, akhirnya setelah inden selama satu hari datanglah juga motor pesananku. Motor hasil kerja susah payah seorang Ibu demi kemudahan transportasi anaknya yang tercinta. Benar-benar mengharukan.

Lepas dari semua itu, setelah saya coba inreyen motor ini sebentar, ya bolehlah sedikit di share disini. Motor saya kebetulan (emang mintanya) warna Abu-abu hitam. Untuk spesifikasinya bisa dilihat di website resminya Suzuki Indonesia.

Secara penampakan, beginilah :

Tampak depan. Masih belum ada plat nomornya. Namanya juga masih Inreyen.

Tampak belakang samping kiri. Desain penutup rantainya sepertinya kurang pas. Kalau dipakai di jalan yang berlubang sering mengeluarkan bunyi yang agak mengganggu.

Tampak kanan belakang. Satu hal lagi, hati-hati dengan knalpot motor ini. Silencer knalpotnya tidak ada guard. Kalau kena kaki, panasnya langsung tersalurkan dengan baik. Seumur hidup, baru knalpot motor ini yang pernah nyium kaki saya. Langsung melepuh. huhuhu

Ini tampilan belakangnya, masih tetap ramping seperti pendahulunya. Asyik kalau dibuat ngebut, nggak begitu kaku tapi juga nggak melayang.

Ciri yang paling mencolok dari Satria model baru ini yaitu batok lampunya yang baru. banyak orang yang bilang bentuknya aneh. Yang jelas ukurannya lebih besar dibanding pendahulunya, letak lampu sein juga berubah. Kata orang lebih mirip Suzuki GSX-R 600.

Kalau ini tampak samping kanannya. Lis di Velg itu saya pasang sendiri. Tapi sepertinya dengan warna putih agak sedikit aneh.

Tampak samping kiri. Masih standar pabrik. Sedikit kotor karena habis saya pakai.

Ini dashboardnya. Ada bingkai Chrome di tachometer. Yang saya suka ada tekstur anyaman di dashboardnya. Di bagian kanan juga ada pengatur mode pada motor.

Ada tiga mode, mode pertama mode polos, tidak ada apa-apa. Mode kedua yaitu mode "Eco", mode ketiga mode "Power". Untuk mengubah modenya, hanya tinggal memencet tombol mode yang ada di bagian kanan dashboard. Tetapi mengubahnya hanya bisa dilakukan jika dibawah kecepatan 10 km/jam. Sayang, fungsi ini hanya sebagai pengingat untuk ganti gigi saja, tidak ada perubahan pada mesin. Semuanya tetap tergantung pada pengemudi.

Beginilah kalau kunci kontak diputar ke posisi ON. Tidak peduli siang atau malam hari tetap saja lampunya nyala.

Pada mode "Eco", lampu putih akan menyala kedap-kedip dari 4.500 rpm - 5.500 rpm. Setelah 5.500 rpm lampu akan menyala terus. Menandakan transmisi mesti dinaikkan ke gigi yang lebih tinggi agar lebih irit bensin. Sedangkan pada mode "Power" lampu mulai menyala di 8.500 rpm. Tapi saya rasa kadang, fitur ini agak kurang berguna. Pada mode "Eco" kalau saya ganti gigi ketika lampu berkedap-kedip sepertinya agak tanggung, selain itu pergantian gigi jadi kurang halus. Saya lebih memilih tetap pakai perasaan saja kalau mengganti gigi. Sama dengan di mode power, agak nanggung juga kalau mengganti gigi ketika lampu masih berkedap-kedip. Sepertinya lebih nikmat mengganti giginya kalau lampu sudah benar-benar menyala terus tanpa kedap-kedip. Yah, sekitar kisaran 10.000 rpm.

Strippingnya baru, berbeda dengan Suzuki Satria model lama.

Bentuk bibir knalpotnya berbeda dengan model yang lama. Bibir ini bisa dilepas dan dipasang kembali. Tapi kalau dilepas, menurut saya jadi kurang bagus tampilannya.

Rem belakang masih sama seperti pendahulunya. Saya coba beberapa kali, baru menginjak rem sedikit tapi ban sudah mendecit, bahkan di jalan yang kering. Sedikit berbahaya kalau dibawa dengan kecepatan tinggi.

Rem depan juga masih sama dengan versi sebelumnya. Rem cakram dengan diameter yang cukup besar.

Oh iya, motor ini sudah dilengkapi electric starter. Lumayan membantu kalau tiba-tiba mati mesin pada saat macet.

Sepertinya cukup demikian tentang review Suzuki New Satria F150 versi saya kali ini. Kalau ada yang kurang bisa lihat-lihat disini. Terima Kasih